PENGARUH BUANG BULU CARA PAINTING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MORPHOLOGI KULIT JAKET

Dona Rahmawati, Gresy Griyanitasari, Prayitno Prayitno

Abstract


Proses buang bulu merupakan salah satu tahapan dalam proses beamhouse yang dapat menghasilkan banyak limbah. Limbah padat berupa bulu dapat mencapai 20-30% dari berat kulit. Buang bulu secara tradisional dapat menyebabkan bulu hancur dan terikut ke dalam limbah cair sehingga memperburuk kualitas limbah cair. Untuk mengurangi pencemaran limbah cair maka proses buang bulu dilakukan dengan cara painting yaitu mengoleskan bahan buang bulu pada bagian daging/flesh sehingga bulu yang hilang masih utuh dan dapat dimanfaatkan. Dalam penelitian ini dilakukan proses buang bulu kulit domba dengan cara painting dan cara tradisional dengan menggunakan bahan buang bulu yang sama, kemudian kulit domba disamak menjadi kulit jaket. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses buang bulu terhadap sifat fisis kulit jaket meliputi kekuatan tarik, kekuatan sobek, kemuluran, permeabilitas uap air, dan kelemasan serta uji morfologi kulit menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisis kekuatan tarik, kekuatan sobek, kemuluran, permeabilitas uap air dan kelemasan serta morfologinya tidak berbeda nyata pada kedua proses buang bulu.

Kata kunci: buang bulu, painting, tradisional, kulit domba, kulit jaket.


Full Text:

PDF

References


BSN. (2011). Standar Nasional Indonesia SNI 4593:2011 - Kulit jaket domba/kambing.

Covington. (2009). Tanning Chemistry:The Science of Leather. Royal Society of Chemistry, Cambridge.

Dettmer, A., Cavalli, É., Ayub, M. A. Z., & Gutterres, M. (2013). Environmentally friendly hide unhairing: Enzymatic hide processing for the replacement of sodium sulfide and delimig. Journal of Cleaner Production, 47, 11–18. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2012.04.024

Fathima, N., Rao, R., & Nair, B. U. (2012). Tannery Solid Waste to Treat Toxic Liquid Wastes : A New Holistic Paradigm. Environmental Engineering Science, 29(6). http://doi.org/10.1089/ees.2010.0445

Griyanitasari, G. (2017). Pengaruh Penambahan Jumlah Pigmen Pada Lapisan Dasar (Base Coat) Pada Proses Finishing Terhadap Sifat Fisik Kulit Sapi. Buletin Peternakan, 41(3), 307. http://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v41i3.16649

Hidayati, A., Riyadi, P. H., & Rianingsih, L. (2015). Pengaruh Bating Agent dari Ragi Tempe ( Rhizopus oligosphorus ) terhadap Kualitas Kulit Ikan Nila ( Oreochromis niloticus ) Samak The Effect of Bating Agent from Ragi Tempe ( Rhizopus oligosphorus ) to the Quality of Nila ( Oreochromis niloticus ) Leather. Jurnal Saintek Perikanan, 11(1), 26–33.

Prayitno, P., & Kasmudjiastuti, E. (2017). Peningkatan ketahanan suhu dingin kulit atasan sepatu melalui pengurangan daya penyerapan air dan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan morfologi. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 33(1), 49-56.

Li, S., Li, J., Yi, J., & Shan, Z. (2010). Cleaner beam house processes trial on cattle sofa leather. Journal of Cleaner Production, 18(5), 471–477. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2009.11.010

Mella, B., Glanert, A. C., & Gutterres, M. (2015). Removal of chromium from tanning wastewater and its reuse. Process Safety and Environmental Protection, 95, 195–201. http://doi.org/10.1016/j.psep.2015.03.007

Morera, J. M., Bartolí, E., & Gavilanes, R. M. (2016). Hide unhairing: Achieving lower pollution loads, decreased wastewater toxicity and solid waste reduction. Journal of Cleaner Production, 112, 3040–3047. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2015.11.028

Sundar, V. J., Gnanamani, A., Muralidharan, C., Chandrababu, N. K., & Mandal, A. B. (2011). Recovery and utilization of proteinous wastes of leather making: A review. Reviews in Environmental Science and Biotechnology, 10(2), 151–163. http://doi.org/10.1007/s11157-010-9223-6

Valeika, V., Beleška, K., Valeikiene, V., & Kolodzeiskis, V. (2009). An approach to cleaner production: from hair burning to hair saving using a lime-free unhairing system. Journal of Cleaner Production, 17(2), 214–221. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2008.04.010

Zarlok, J. (2015). The Relationship Between Water Vapour Permeability and Softness for Leathers Produced in Poland and Softness for Leathers Produced in Poland, (November 2014).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats